Bicara tentang hati memang susah ditebak dan mungkin tak bisa untuk ditolak kalau hati sudah berbicara. Jika hati telah memilih, maka perasaanlah yang akan memaksa kita untuk melakukan hal-hal yang terkadang di luar logika.
Kebanyakan para remaja sekarang ini tidak menggunakan logika sebagai penimbang hubungan. Bahkan disaat mereka ditinggalkan oleh sang pacar akan mengalami depresi berat dan seperti orang yang kehilanga akal. Maka dari itu, saya memberikan 5 kunci orang yang ingin bangkit dari keterpurukan masalah hati :
- Gunakan logika dan jangan memaksa perasaanmu untuk memiliki dia karena keegoisanmu. Jika kamu sedang merasakan sakit hati karena ditinggalkan sang pacar, kamu tak perlu takut atau resah karena kehilangan, rasa kehilangan itu hanya timbul sesaat ketika kamu masih berharap ia akan kembali untukmu lagi. Maka dari itu, janganlah kamu mengharapkan sesuatu yang jelas-jelas itu sudah menyakitimu. Apakah kamu mau dia menyakiti dirimu lagi?cinta itu memang harus memiliki, tapi bukan berarti kamu harus berusaha mati-matian mendapatkan cintamu dengan memaksa orang lain untuk bersama denganmu, karena belum tentu kebahagiaan dia ada padamu.
- Lupakan masa lalu dengan cara mengingat rasa sakitmu. Melupakan orang yang kita sayangi memang susah, apa lagi dalam posisi kita yang ditinggalkan pasangan karena alasan tak jelas. Alasan tak jelas itulah yang sering kali membuat kita masih berharap untuk bersamanya kembali, karena kita kadang masih berpikir karena tidak mungkin dia akan meninggalkanku. Maka dari itu, cobalah untuk berpikir positif, pria dan wanita di dunia ini banyak, tidak dengan dia berarti kita harus dengan yang lain. Ingatlah rasa sakit yang pernah ia torehkan di hatimu, itu sangat membantu dalam proses melupakan dan menghilangkan rasa sayang, karena kamu sedikit demi sedikit akan tersadar letak kesalahan dia dan letak kesalahanmu selama kamu menjalani hubungan dengan dia.
- Jangan menghubungi dia melalui apapun yang menunjukkan bahwa kamu masih mengharapkan kehadiran dia kembali dalam hidupmu, karena selain menjatuhkan harga dirimu hal itu juga akan membuat dia menjadi risih dan semakin kesal dengan Anda. Calm down aja, jangan mempermalukan diri sendiri hanya karena perasaan ingin memiliki yang berlebihan. Semakin sering kamu menghubungi dia (setelah disakiti), maka akan mempersulit dirimu untuk melupakan dia. Sedangkan jika dalam jejaring, kamu juga harus bisa membatasi diri, jangan sampai kamu terlengah hingga kamu up date status yang berlebihan yag menunjukkan bahwa Anda marah atau tidak terima dengan perlakuan dia terhadapmu.
- Berbagilah cerita dan mintalah pendapat dengan orang lawan jenis yang menurutmu dia bisa bersikap dewasa dan mampu memberimu nasehat untuk bagkit dari keterpurukan. Karena biasanya orang lawan jenis itu cenderung bisa memberikan nasehat sesuai dengan apa yang mereka rasakan dengan menempatkan posisi mereka di tempat orang yang menyakiti Anda. Akan berbeda jika kita meminta pendapat dengan orang sesama jenis, misal cewek yang sedang patah hati meminta pendapat dengan teman cewek juga, maka pendapat yang diberikan oleh temannya tersebut adalah pendapat yang sama dengan apa yang kita rasakan, karena dia juga tidak merasakan bagaimana rasanya jadi cowok.
- Berpikirlah bahwa "kalaupun saya berpisah dengan dia berarti dia bukan jodoh terbaik untukku, dan aku tak perlu meragukan sikap dia yang mudah meninggalkanku, apapun alasannya." Hal itu akan membuatmu move on dan ikhlas karena dia memang tak pantas dan tak baik untukmu.
Itu sedikit cerita yang bisa ku bagi, semoga bermanfaat buat teman-teman yang sedang membutuhkan saran ini. :-)