Senin, 05 Maret 2012

5 Kunci Bangkit dari Keterpurukan Masalah Hati

Bicara tentang hati memang susah ditebak dan mungkin tak bisa untuk ditolak kalau hati sudah berbicara. Jika hati telah memilih, maka perasaanlah yang akan memaksa kita untuk melakukan hal-hal yang terkadang di luar logika.

Kebanyakan para remaja sekarang ini tidak menggunakan logika sebagai penimbang hubungan. Bahkan disaat mereka ditinggalkan oleh sang pacar akan mengalami depresi berat dan seperti orang yang kehilanga akal. Maka dari itu, saya memberikan 5 kunci orang yang ingin bangkit dari keterpurukan masalah hati :

  1. Gunakan logika dan jangan memaksa perasaanmu untuk memiliki dia karena keegoisanmu. Jika kamu sedang merasakan sakit hati karena ditinggalkan sang pacar, kamu tak perlu takut atau resah karena kehilangan, rasa kehilangan itu hanya timbul sesaat ketika kamu masih berharap ia akan kembali untukmu lagi. Maka dari itu, janganlah kamu mengharapkan sesuatu yang jelas-jelas itu sudah menyakitimu. Apakah kamu mau dia menyakiti dirimu lagi?cinta itu memang harus memiliki, tapi bukan berarti kamu harus berusaha mati-matian mendapatkan cintamu dengan memaksa orang lain untuk bersama denganmu, karena belum tentu kebahagiaan dia ada padamu.   
  2. Lupakan masa lalu dengan cara mengingat rasa sakitmu. Melupakan orang yang kita sayangi memang susah, apa lagi dalam posisi kita yang ditinggalkan pasangan karena alasan tak jelas. Alasan tak jelas itulah yang sering kali membuat kita masih berharap untuk bersamanya kembali, karena kita kadang masih berpikir karena tidak mungkin dia akan meninggalkanku. Maka dari itu, cobalah untuk berpikir positif, pria dan wanita di dunia ini banyak, tidak dengan dia berarti kita harus dengan yang lain. Ingatlah rasa sakit yang pernah ia torehkan di hatimu, itu sangat membantu dalam proses melupakan dan menghilangkan rasa sayang, karena kamu sedikit demi sedikit akan tersadar letak kesalahan dia dan letak kesalahanmu selama kamu menjalani hubungan dengan dia. 
  3. Jangan menghubungi dia melalui apapun yang menunjukkan bahwa kamu masih mengharapkan kehadiran dia kembali dalam hidupmu, karena selain menjatuhkan harga dirimu hal itu juga akan membuat dia menjadi risih dan semakin kesal dengan Anda. Calm down aja, jangan mempermalukan diri sendiri hanya karena perasaan ingin memiliki yang berlebihan. Semakin sering kamu menghubungi dia (setelah disakiti), maka akan mempersulit dirimu untuk melupakan dia. Sedangkan jika dalam jejaring, kamu juga harus bisa membatasi diri, jangan sampai kamu terlengah hingga kamu up date status yang berlebihan yag menunjukkan bahwa Anda marah atau tidak terima dengan perlakuan dia terhadapmu. 
  4. Berbagilah cerita dan mintalah pendapat dengan orang lawan jenis yang menurutmu dia bisa bersikap dewasa dan mampu memberimu nasehat untuk bagkit dari keterpurukan. Karena biasanya orang lawan jenis itu cenderung bisa memberikan nasehat sesuai dengan apa yang mereka rasakan dengan menempatkan posisi mereka di tempat orang yang menyakiti Anda. Akan berbeda jika kita meminta pendapat dengan orang sesama jenis, misal cewek yang sedang patah hati meminta pendapat dengan teman cewek juga, maka pendapat yang diberikan oleh temannya tersebut adalah pendapat yang sama dengan apa yang kita rasakan, karena dia juga tidak merasakan bagaimana rasanya jadi cowok. 
  5. Berpikirlah bahwa "kalaupun saya berpisah dengan dia berarti dia bukan jodoh terbaik untukku, dan aku tak perlu meragukan sikap dia yang mudah meninggalkanku, apapun alasannya." Hal itu akan membuatmu move on dan ikhlas karena dia memang tak pantas dan tak baik untukmu.

Itu sedikit cerita yang bisa ku bagi, semoga bermanfaat buat teman-teman yang sedang membutuhkan saran ini. :-)

Belajarlah Memaknai Cinta dengan Bijak

Bagaimanakah Anda memaknai sebuah "cinta"? cinta itu hanyalah insting ghaib yang mendorong kita untuk menikmatinya dengan senang, hal yang tak mudah untuk diraba dan dirasakan, tapi cukup mengena. Penderita hal ini akan merasa seperti orang yang susah dikendalikan, emosi kian naik turun tak terkontrol. Itulah yang terkadang membuat manusia bodoh dan susah mendapat jodoh, karena mereka terlalu diperbudak oleh cinta dan apabila sudah terjangkit mencapai taraf akut akan susah direhab. Jalan pemikiran orang untuk mengartikan dan memaknai sebuah cinta sangat berbeda-beda. Itulah yang membedakan manusia juga berbeda dalam melakukan tindakan dan tingkah laku terhadap orang lain.
Cinta itu terkadang membuat gila, maka dari itu cinta membutuhkan logika. Logika dalam berpikir, bertindak, dan memperlakukan. Sering kita jumpai orang yang memperlakukan cinta tidak dengan logika, jadi apapun akan mereka lakukan untuk mendapatkan cinta yang mereka inginkan.Padahal dengan cara seperti itu sebenarnya malah salah, cinta itu adalah sebuah ketulusan, bukan paksaan. Jikalau cinta itu kita raih dengan cara memaksa, maka hasilnya juga hanya akan sementara. Hal ini sering kali dilakukan oleh para remaja, di mana remaja dalam hal ini mereka sedang mencari, memilah, dan memilih calon pasangan hidupnya kelak.
Pemaknaan cinta bukan berarti mengidentifikasi pasangan untuk kita ketahui kemudian kita ubah sesuai keinginan kita. Kita tidak boleh mengubah pasangan kita untuk menjadi apa yang kita mau. Menerima apa adanya itu memang wajib, tapi bukan berarti boleh semena-mena melakukan apapun sesuai kehendak dirinya, itu namanya egois. Sebagai penengahnya harus ada rasa saling menghormati, menghargai, dan "ngerteni", itu kuncinya.
Alloh menciptakan manusia itu berpasang-pasangan agar mereka saling mengenal, jadi bagi mereka yang sedang merasakan gilanya hidup tanpa pasangan, kalian tak perlu takut, itu hanya proses, dan suatu saat pasti juga akan ada seorang pendamping untuk kalian. Putus cinta itu wajar, yang penting tetap positive thinking untuk menyikapi hidup. Sikapi dengan tenang dan penuh keyakinan, tak perlu melakukan hal yang membuat kamu menjadi anak kecil yang masih labil. Rangsang pikiranmu "kalaupun saya putus dengan dia berarti dia bukan jodohku, dia bukan yang terbaik untukku, dan aku yakin Alloh sudah menyediakan yang terbaik untukku jauh sebelum aku mengenal dia".
Perpisahan itu tak perlu disesali, yang perlu disesali adalah pertemuan, karena sesungguhnya "tidak akan terjadi perpisahan sebelum terjadi sebuah pertemuan". Jadi apapun itu, jika kalian dipisahkan tak perlu murung terlalu lama, sedih itu wajar, tapi itulah proses belajar. Dari situlah kita bisa introspeksi diri, mengetahui letak kesalahan dan kelemahan kita untuk kemudian dapat kita jadikan koreksi untuk memperbaiki diri.