Menjadi seorang guru SD tidaklah mudah, di mana harus bisa menanamkan pondasi tentang ilmu dan pendidikan karakter bagi anak. Usia anak SD adalah masa operasional konkrit, yaitu anak mulai berfikir secara logis. Menemukan fakta dari apa yang mereka lihat kemudian menalarnya dengan pola berfikir mereka. Maka dari itu, guru harus bisa menjadi contoh dan tembok sebagai pembatas perilaku negatif anak. Karena pada masa tersebut, anak masih cendereng mencoba dan melihat sesuatu yang menurut mereka belum biasa.
Di usia SD pula, anak sudah mulai puber. Di mana anak sudah merasa suka dengan teman lawan jenisnya. Di sinilah guru harus memiliki peran penting dalam mengendalikan perilaku anak. Jangan sampai anak menjadi berlebihan dan mengungkapkan rasa sukanya terhadap teman lawan jenisnya. Secara pribadi, saya berpendapat bahwa rasa suka yang dirasakan amak itu wajar, karena itu manusiawi, dan tidak perlu ditanggapi secara berlebihan. Akan tetapi, memang perlu diperhatikan dengan lebih. Di usia mereka yang masih dini, jangan sampai mereka berperilaku yang meniru orang dewasa, dengan berpacaran misalnya, bagi saya itu sangat tidak wajar. Lalu bagaimana cara menyikapi hal ini?
Guru adalah jembatan penghubung antara anak satu dengan anak yang lainnya. Dalam hal ini, guru dapat memposisikan diri sebagai teman bagi siswa dan juga ibu/bapak bagi siswa. Maksudnya, guru sebagai teman yaitu guru berusaha menjadi tempat curhat atau cerita anak. Dari situlah, guru dapat memberikan masukan atau saran yang positif agar anak dapat mengendalikan perasaannha tersebut. Guru sebagai orang tua bagi anak maksudnya, guru berusaha menasehati anak agar rasa suka pada temannya tersebut tidak perlu ditunjukkan secara berlebihan, karena di usia seperti kalian ini belum pantas untuk memiliki hubungan dengan teman lain jenis.
Sebagai guru SD, saya adalah orang yang paling tidak mendukung jika ada guru yang malah cenderung "macok-macokke" atau "menjodoh-jodohkan" anak meskipun niatnya hanya bercanda. Karena hal tersebut akan merusak mental anak, anak akan merasa dirinya didukung dengan rasa sukanya tersebut.
Saya bukan tipe guru yang terlalu saklek dengan ilmu atau teori. Akan tetapi, urusan moral dan perilaku anak bagi saya itu yang utama.
Revolusioner Guru Non-PNS
I love my Alloh, I love my family, and I love my self
Kamis, 10 Oktober 2019
Senin, 03 April 2017
Aku Kuat Aku Hebat
Berhenti menapaki harapan yang pernah dibayangkan. Indah memang, Alloh Maha Menakjubkan. Meminimalkan keluhan atas segala keajaiban ini. Aku yakin Alloh memberikan ini karena keadilan. Aku yang salah mengambil posisi bahagia terlebih dahulu, setelah itu bersedih, dan (mungkin) akan bahagia kembali. Bagiku melewati ini perlu proses yang panjang. Mengikhlaskan segalanya. Tak mudah memang, tapi bisa ku lalui. Sampai sekarang pun entah sudah sebenar-benarnya ikhlas atau belum, aku juga tak tahu. Tapi setidaknya sekarang bisa lebih realistis. Hanya saja, rasa traumatis itu tak kunjung hilang. Takut ketika akan memulai, takut jika nanti harus terjatuh kembali, takut jika nanti disudahi begitu saja, takut dicaci maki, takut diabaikan, dan bla bla bla. Jika aku mampu memutar kembali waktu, mungkin yang akan ku lakukan adalah lebih baik untuk tidak mengenalnya. Memilih sendiri dan mengabaikan siapapun hingga saat terbaik itu tiba.
Penantianku tidaklah seberharga orang lain yang dapat dengan mudah melupakan masa lalunya demi masa depannya. Entah kenapa bagiku ini lama, iya, lamaaaa sekali. Butuh waktu lama bagiku menetralkan asam atau basa. Cukup bagiku yang memahami apa yang ku inginkan. Aku yakin, tak akan lama lagi. Aku akan berusaha sekuat tenaga menyembuhkan lukaku. Sendiri pun aku mampu. Tak perlu orang lain. Aku kuat. Aku hebat.
Penantianku tidaklah seberharga orang lain yang dapat dengan mudah melupakan masa lalunya demi masa depannya. Entah kenapa bagiku ini lama, iya, lamaaaa sekali. Butuh waktu lama bagiku menetralkan asam atau basa. Cukup bagiku yang memahami apa yang ku inginkan. Aku yakin, tak akan lama lagi. Aku akan berusaha sekuat tenaga menyembuhkan lukaku. Sendiri pun aku mampu. Tak perlu orang lain. Aku kuat. Aku hebat.
Selasa, 14 Maret 2017
Tausyiah Pagi
Siapakah pemimpinmu?
Alloh menciptakan manusia di dunia ini adalah untuk menjadi kholifah di bumi. Maka, jelas dan pasti manusia seharusnya mempunya pemimpin. Meskipun ia juga pemimpin (entah pemimpin bagi dirinya sendiri atau pemimpin bagi sebagian orang). Lalu siapakah pemimpin hidupmu? Siapakah pemimpin agamamu?
Apakah pemimpinmu adalah kepada dusun?kepala desa?camat?bupati?wali kota?gubernur?atau bahkan presiden?
Coba renungkan, selama ini yang membekalimu ilmu dunia adalah orang tua dan sekolah (pendidikan formal dan non-formal). Kemudian yang menentukan bagaimana kamu menjadi warga negara yang baik adalah dari pemerintahan dari desa sampai negara. Lalu, siapa yang memimpin agamamu ketika kamu buntu dalam beribadah? apakah kamu hanya berjalan sesuai persepsimu? ataukah kamu menentukan pemecahan masalah dengan membaca buku kemudian menganalisis sendiri bagaimana baiknya?
Agama bukan seperti itu, bukan sekedar kamu bersikap baik menurut persepsimu. Atau mungkin ada yang berfikir bahwa ketika mendengar ceramah atau himbauan kemudian dilaksanakan begitu saja?
Secara logis, manusia butuh pemimpin dalam segala hal. Yang bisa mengoreksi kesalahan dan menuntun dalam kebenaran ketika seseorang bersikap. Pun tentu itu sudah berdasarkan hukum yang benar berdasarkan kitab suci dan sunnah rosul.
Lalu, bagaimana prakteknya? Seperti halnya kita belajar di sekolah formal, apa yang kita dapat adalah ilmu yang turun-temurun didapat guru dari guru, di mana gurunya guru tersebut juga pasti mendapat ilmu dari gurunya terdahulu. Begitulah sistem perjalanan ilmu. Begitupun dengan ibadah, apa yang kita lakukan dalam ibadah adalah buah hasil kita belajar. Kita belajar tentang ilmu yang kita dapat dari ustadz atau ustadzah, di mana ustadz atau ustadzah tersebut juga mendapat ilmu dari ustadz atau ustadzahnya juga, dan seterusnya. Akan tetapi, bagaimana untuk menjaga ilmu itu agar senantiasa benar dan haqiqi sesuai syari'at? Ilmu harus dijaga kebenarannya. Cara menjaga kehaqiqiannya adalah dengan ilmu manqul. Di mana seorang guru akan memberikan ilmunya kepada muridnya, kemudian murid tersebut akan menyampaikan kepada murid lainnya, dan akan seperti itu hingga ilmu itu tidak hilang dan tetap terjaga kehaqiqiannya.
Berdasarkan penjelasan di atas, maka disitulah peran seorang pemimpin bagi kontrol ibadah kita. Penuntun bagi berjalannya ilmu sampai ilaa yaumil qiyamah. Ilmu yang dimiliki nabi dan para shohabat nabi disampaikan secara manqul. Tanpa ditambah-tambahi bahkan dikurangi sedikitpun. Maka dari itu, tempatkan diri Anda, di manakah Anda berada. Jika sebagai ma'mum, maka siapakah imammu? yang memimpin ilmu agamamu, yang menuntun perilaku beragamamu di dunia.
Semoga apa yang saya sampaikan ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca. Syukron.
Alloh menciptakan manusia di dunia ini adalah untuk menjadi kholifah di bumi. Maka, jelas dan pasti manusia seharusnya mempunya pemimpin. Meskipun ia juga pemimpin (entah pemimpin bagi dirinya sendiri atau pemimpin bagi sebagian orang). Lalu siapakah pemimpin hidupmu? Siapakah pemimpin agamamu?
Apakah pemimpinmu adalah kepada dusun?kepala desa?camat?bupati?wali kota?gubernur?atau bahkan presiden?
Coba renungkan, selama ini yang membekalimu ilmu dunia adalah orang tua dan sekolah (pendidikan formal dan non-formal). Kemudian yang menentukan bagaimana kamu menjadi warga negara yang baik adalah dari pemerintahan dari desa sampai negara. Lalu, siapa yang memimpin agamamu ketika kamu buntu dalam beribadah? apakah kamu hanya berjalan sesuai persepsimu? ataukah kamu menentukan pemecahan masalah dengan membaca buku kemudian menganalisis sendiri bagaimana baiknya?
Agama bukan seperti itu, bukan sekedar kamu bersikap baik menurut persepsimu. Atau mungkin ada yang berfikir bahwa ketika mendengar ceramah atau himbauan kemudian dilaksanakan begitu saja?
Secara logis, manusia butuh pemimpin dalam segala hal. Yang bisa mengoreksi kesalahan dan menuntun dalam kebenaran ketika seseorang bersikap. Pun tentu itu sudah berdasarkan hukum yang benar berdasarkan kitab suci dan sunnah rosul.
Lalu, bagaimana prakteknya? Seperti halnya kita belajar di sekolah formal, apa yang kita dapat adalah ilmu yang turun-temurun didapat guru dari guru, di mana gurunya guru tersebut juga pasti mendapat ilmu dari gurunya terdahulu. Begitulah sistem perjalanan ilmu. Begitupun dengan ibadah, apa yang kita lakukan dalam ibadah adalah buah hasil kita belajar. Kita belajar tentang ilmu yang kita dapat dari ustadz atau ustadzah, di mana ustadz atau ustadzah tersebut juga mendapat ilmu dari ustadz atau ustadzahnya juga, dan seterusnya. Akan tetapi, bagaimana untuk menjaga ilmu itu agar senantiasa benar dan haqiqi sesuai syari'at? Ilmu harus dijaga kebenarannya. Cara menjaga kehaqiqiannya adalah dengan ilmu manqul. Di mana seorang guru akan memberikan ilmunya kepada muridnya, kemudian murid tersebut akan menyampaikan kepada murid lainnya, dan akan seperti itu hingga ilmu itu tidak hilang dan tetap terjaga kehaqiqiannya.
Berdasarkan penjelasan di atas, maka disitulah peran seorang pemimpin bagi kontrol ibadah kita. Penuntun bagi berjalannya ilmu sampai ilaa yaumil qiyamah. Ilmu yang dimiliki nabi dan para shohabat nabi disampaikan secara manqul. Tanpa ditambah-tambahi bahkan dikurangi sedikitpun. Maka dari itu, tempatkan diri Anda, di manakah Anda berada. Jika sebagai ma'mum, maka siapakah imammu? yang memimpin ilmu agamamu, yang menuntun perilaku beragamamu di dunia.
Semoga apa yang saya sampaikan ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca. Syukron.
Minggu, 12 Maret 2017
Puisi Rindu
Rindu Menyanyi Bersamamu
Karya: Luk Luk Apriani
Memekikkan lantunan indah nan merdu
Aku tau ini bukan saat hujan
Kemarau panjang
Bertudung langit hitam
Sajakku mengharu biru
Memecah keheningan kalbu
Menyampaikan untaian syahdu
Tuhanku,
Bantulah aku
Menjawab teka-teki hidupku
Menerka setiap keheningan
Bernyanyi syair pilu pembawa haru
Aku pun tak pandai
Hanya bisa menerima ketika ada yang memberi
Pun tak mudah bagiku
Menghela sebagian nafas
Mengusap peluh
Mengeringkan hujan
Pun sering kali ku lakukan
Tak mudah memang
Bersandar pada bagian yang bukan semestinya
Terlihat samar
Entah iya atau tidak
Hanya bisa ku jawab ketika aku mulai lupa
Nada-nada sunyi berteriak
Menyanyi menemani malam
Aku rindu lagumu
Aku rindu laguku
Aku rindu lagu kita
Aku rindu kapan kita akan bernyanyi bersama.
Sabtu, 03 Desember 2016
Setujui Qodar Alloh Padamu
Sedikit cerita tentang pengalaman pribadi. Tidak ada sesuatu yang tidak ada hikmahnya. Dan tidak ada hal di dunia ini yang lepas dari qodar Alloh, sekecil apapun itu. Bahkan daun yang jatuh dari pohon pun adalah karena qodar Alloh. Jangan menyesali hal buruk yang terjadi padamu, cukup nikmati, dan teliti kenapa hal tersebut bisa terjadi padamu kenapa bukan pada orang lain, dari situ kamu akan menemukan rasa ikhlas dan sadar bahwa kamu sedang diingatkan Alloh. Dan kamu akan tahu bahwa ada hikmah dibalik itu semua.
Sedikit cerita, beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 27 November 2016, saya mengalami kecelakaan terjatuh dari motor. Sepele sih, sebenere cuma ketimpa badan dan motor, tapi ternyata pergelangan tangan kiri sampai patah di salah satu tulangnya. Kronologi kejadiannya yaitu di lampu merah saat itu hujan sangat deras, jadi ketika lampu hijau mulai menyala, ada motor yang macet di sisi kanan depan saya. Ketika saya mau mulai jalan melihatnya sudah berkata dalam hati "waduh, ada motor macet". Aku tetap melajukan motorku dengan sangat pelan. Ketika hampir melewati garis marka zebra cross (tepat di samping motor yang macet) tiba-tiba ada motor dari sisi kanan menyerobot, sampai motorku menyenggol mobil yang berada di sisi kiriku, seketika saya berhenti agar tidak mengenai mobil. Pikirku, mobil tadi akan berhenti ketika tahu kendaraan kita bersrempetan. Tapi ternyata pengendara mobil semakin cepat melajukan mobilnya, seketika motorku terseret dan saya terjatuh di tengah jalan raya dengan kehiruk pikukannya disertai hujan yang begitu derasnya. Seketika badanku terasa lemas, saya sadar kalau jatuh tapi nggak kuat untuk berdiri ataupun menggerakkan badan. Dalam hatiku berkata "Ya Alloh, aku terjatuh dari motor di tengah jalan, ini gimana?". Tiba-tiba aku terasa ditarik seseorang entah siapa, kemudian diangkat ke pinggir jalan. Helmku dibuka begitu pula mantelku. Aku mulai sedikit lebih sadar ketika wajahku terkena derasnya air hujan. Kemudian seorang pria menanyaiku, "Mbak, yang terasa sakit yang mana?", "Sini mas" jawabku sambil menunjuk tangan kiri. Ketika dilihat ternyata sudah bengkak dan terasa sangat berat. Kemudian pria tadi berkata, "Ini langsung dibawa ke RS saja ya mbak, takutnya ada yang kenapa-kenapa." Seketika saya diantar ke RS dengan mengendarai motor, pria tadi di depan kemudian saya baru teman saya di belakang saya.
Sesampainya di RS, masuk UGD kemudian diperiksa oleh dokter langsung dan mendapat penanganan dengan baik. Yang ada dalam benakku kala itu, bagaimana caranya aku mengabari orang rumah kalau aku kecelakaan, aku takut menyusahkan banyak orang dan sebagainya. Tapi setelah dikabari keluarga langsung berangkat menuju RS.
Betapa bersyukurnya aku ketika itu nyawaku masih terselamatkan, tidak diterpa kendaraan dari belakang-belakangku. Dan ada orang baik yang dengan ikhlas menolongku. Alhamdulillahirobbil 'alamiin...terima kasih atas nikmat-Mu ini Yaa Robb...aku tau ini rasanya sakit, tapi aku tahu ini ujian keimanan, agar aku bermuhasabah, mencari titik-titik kesalahan yang pernah ku perbuat. Dan aku menyetujui qodarmu ini, karena aku dapat belajar dari kesalahan dan segera memperbaiki diri.
Mohon do'anya ya teman-teman semuanya, agar tanganku yang patah lekas sembuh dan pulih kembali seperti sedia kala. 😊😊😊
Sedikit cerita, beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 27 November 2016, saya mengalami kecelakaan terjatuh dari motor. Sepele sih, sebenere cuma ketimpa badan dan motor, tapi ternyata pergelangan tangan kiri sampai patah di salah satu tulangnya. Kronologi kejadiannya yaitu di lampu merah saat itu hujan sangat deras, jadi ketika lampu hijau mulai menyala, ada motor yang macet di sisi kanan depan saya. Ketika saya mau mulai jalan melihatnya sudah berkata dalam hati "waduh, ada motor macet". Aku tetap melajukan motorku dengan sangat pelan. Ketika hampir melewati garis marka zebra cross (tepat di samping motor yang macet) tiba-tiba ada motor dari sisi kanan menyerobot, sampai motorku menyenggol mobil yang berada di sisi kiriku, seketika saya berhenti agar tidak mengenai mobil. Pikirku, mobil tadi akan berhenti ketika tahu kendaraan kita bersrempetan. Tapi ternyata pengendara mobil semakin cepat melajukan mobilnya, seketika motorku terseret dan saya terjatuh di tengah jalan raya dengan kehiruk pikukannya disertai hujan yang begitu derasnya. Seketika badanku terasa lemas, saya sadar kalau jatuh tapi nggak kuat untuk berdiri ataupun menggerakkan badan. Dalam hatiku berkata "Ya Alloh, aku terjatuh dari motor di tengah jalan, ini gimana?". Tiba-tiba aku terasa ditarik seseorang entah siapa, kemudian diangkat ke pinggir jalan. Helmku dibuka begitu pula mantelku. Aku mulai sedikit lebih sadar ketika wajahku terkena derasnya air hujan. Kemudian seorang pria menanyaiku, "Mbak, yang terasa sakit yang mana?", "Sini mas" jawabku sambil menunjuk tangan kiri. Ketika dilihat ternyata sudah bengkak dan terasa sangat berat. Kemudian pria tadi berkata, "Ini langsung dibawa ke RS saja ya mbak, takutnya ada yang kenapa-kenapa." Seketika saya diantar ke RS dengan mengendarai motor, pria tadi di depan kemudian saya baru teman saya di belakang saya.
Sesampainya di RS, masuk UGD kemudian diperiksa oleh dokter langsung dan mendapat penanganan dengan baik. Yang ada dalam benakku kala itu, bagaimana caranya aku mengabari orang rumah kalau aku kecelakaan, aku takut menyusahkan banyak orang dan sebagainya. Tapi setelah dikabari keluarga langsung berangkat menuju RS.
Betapa bersyukurnya aku ketika itu nyawaku masih terselamatkan, tidak diterpa kendaraan dari belakang-belakangku. Dan ada orang baik yang dengan ikhlas menolongku. Alhamdulillahirobbil 'alamiin...terima kasih atas nikmat-Mu ini Yaa Robb...aku tau ini rasanya sakit, tapi aku tahu ini ujian keimanan, agar aku bermuhasabah, mencari titik-titik kesalahan yang pernah ku perbuat. Dan aku menyetujui qodarmu ini, karena aku dapat belajar dari kesalahan dan segera memperbaiki diri.
Mohon do'anya ya teman-teman semuanya, agar tanganku yang patah lekas sembuh dan pulih kembali seperti sedia kala. 😊😊😊
Sabtu, 10 September 2016
Tunangan bukan syarat sahnya menikah
Pernikahan merupakan suatu hal yang sakral. Orang berharap semoga hanya terjadi sekali dalam hidupnya. Bersama orang yang tepat sesuai dengan yang diharapkan. Menikah adalah halalnya sebuah hubungan. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu orang semakin salah mengerti.
Dalam agama, ritual pernikahan sangatlah simple, yang banyak adalah adatnya. Adat di dalam masyarakat itulah yang terkadang di salah artikan banyak orang. Adat dalam masyarakat dijadikan sebagai ukuran sah dan tidak sah. Padahal seharusnya salah. Seperti halnya sebelum menikah orang melakukan tunangan sebagai bukti mengikat kedua pengantin. Orang beranggapan setelah tunangan itu mereka bisa kemana-mana berdua, mereka mau ngapain aja boleh. Padahal salah besar, tunangan bukanlah syarat sahnya orang menikah, syarat sahnya orang menikah dalam islam adalah dengan AKAD NIKAH.
Masyarakat perlu memahami betul dalam hal ini, agar tidak salah kaprah dalam memaknai pernikahan. Dalam islam pun, tidak ada tuntunannya sebelum menikah dilaksanakan tunangan. Tunangan itu hanya gaya hidup, adat, dan bukan berdasar tuntunan dari Nabi. Jangan sampai kita terjebak dalam hal tersebut, karena bisa jadi akan menimbulkan pelanggaran had sebelum menikah.
Mari kita jaga diri kita dari fitnah, dan dari hal-hal yang dapat menimbulkan fitnah.Tujuannya adalah untuk menjaga kemurnian agama islam. Mencegah pelanggaran dan melaksanakan sesuai syari'ah. Terima kasih. 😊😊😊
Jumat, 22 April 2016
Pena yang Tak Akan Pernah Kehabisan Tinta
Ibarat menulis, pena adalah pelaku sedangkan kertas adalah medianya. Pelaku bisa bercanda, berkata yang indah, memberi koma, tanda seru, tanda tanya, bahkan tanda titik untuk mengakhiri kalimatnya.
Mungkin dunia juga demikian, sebagai lembaran kertas yang akan diisi variasi tulisan oleh pena. Jika pun ada kesalahan dalam pengisian, bisa dihapus, dicoret, atau bahkan dibuang lembarannya. Tergantung Sang Penulis.
Tidak semua yang kita harapkan muncul dengan sempurna. Penulis Maha Baik, menentukan cerita sedemikian rupa hingga membuat pena bertanya kapan berhentinya. Mencoba menebak sebisanya, menerka, memperkirakan baik dan buruknya sesuai persepsinya.
Dan saat jawaban yang sesungguhnya datang, pena tinggal melaksanakan perintah untuk menulis. Pun belum berarti ia paham apa yang ditulisnya, karena yang jelas tahu apa maksudnya hanyalah Penulis. Bertanya mungkin boleh, tapi jika tidak terjawab secara langsung pena tak boleh marah.
Bercanda pun boleh, tapi bukan berarti untuk bahan bercandaan. Selama Penulis masih mengisikan tinta pada pena, pena selalu berharap ia dapat menuliskan hal terbaik dan terindah dalam setiap lembarnya. Meski lembaran yang telah ia tulis telah banyak, ia hanya berharap akan menjadi "Pena yang tak akan pernah kehabisan tinta".
Mungkin dunia juga demikian, sebagai lembaran kertas yang akan diisi variasi tulisan oleh pena. Jika pun ada kesalahan dalam pengisian, bisa dihapus, dicoret, atau bahkan dibuang lembarannya. Tergantung Sang Penulis.
Tidak semua yang kita harapkan muncul dengan sempurna. Penulis Maha Baik, menentukan cerita sedemikian rupa hingga membuat pena bertanya kapan berhentinya. Mencoba menebak sebisanya, menerka, memperkirakan baik dan buruknya sesuai persepsinya.
Dan saat jawaban yang sesungguhnya datang, pena tinggal melaksanakan perintah untuk menulis. Pun belum berarti ia paham apa yang ditulisnya, karena yang jelas tahu apa maksudnya hanyalah Penulis. Bertanya mungkin boleh, tapi jika tidak terjawab secara langsung pena tak boleh marah.
Bercanda pun boleh, tapi bukan berarti untuk bahan bercandaan. Selama Penulis masih mengisikan tinta pada pena, pena selalu berharap ia dapat menuliskan hal terbaik dan terindah dalam setiap lembarnya. Meski lembaran yang telah ia tulis telah banyak, ia hanya berharap akan menjadi "Pena yang tak akan pernah kehabisan tinta".
Langganan:
Postingan (Atom)