Rabu, 03 Juli 2013

ALAT PERAGA SEDERHANA “BALL TO THE MOON”



Ball To The Moon” merupakan alat peraga sederhana yang dirancang untuk mempermudah pemahaman siswa dalam mempelajari materi fase bulan. Proses pembuatannya cukup sederhana, yaitu dengan menggunakan senter sebagai pengganti cahaya matahari dan bola pingpong sebagai pengganti bulan.
A.    Tujuan :
Alat peraga ini dipakai untuk membuktikan fase bulan mulai bulan baru – bulan purnama – bulan mati.
B.     Alat dan bahan yang digunakan untuk membuat alat peraga “Ball To The Moon” antara lain:
Alat :
1.       Gunting/ cutter 1 buah
2.       Kawat kecil/ bendrat 10 cm
3.       Jarum 1 buah
4.       Penggaris 1 buah
5.       Spidol kecil 1 buah
Bahan:
1.       Kardus bekas                                1 buah
2.       Bola pingpong warna putih           1 buah
3.       Benang bol                                    secukupnya
4.       Lampu senter/ batteray                 1 buah
5.       Lem Kertas                                   1 buah
6.       Isolasi/ lakban                               1 buah
7.       Double tape                                   1 buah
8.       Kertas marmer hitan                      2 buah

C.    Cara Membuat
1.       Bola pingpong dilubangi menggunakan paku kecil tepat pada pusat bola.
2.       Masukkan benang bol dengan bantuan kawat dan talilah agar bola bisa menggantung tepat di tengah kardus.
3.       Buatlah lubang pada kardus sebesar spidol sesuai arah mata angin ( 8 lubang ) di samping kardus/ keliling lurus.
4.       Pasang bola pingpong pada posisi menggantung di tengah kardus dan lem atau isolasi benang bol agar tidak mudah lepas/ kuat terpasang.
5.       Rekatkan kembali kardus menggunakan isolasi agar semua tertutup.
6.       Pasanglah lampu senter pada salah satu lubang ( samping kardus ) agar dapat memberi sinar pada bola pingpong/ sebagai pengganti sinar matahari. Gunakan isolasi agar lampu senter menempel kuat.
7.       Berilah nomor lubang mulai dari nomor 1 tepat lurus berlawanan dengan arah lampu senter dan keliling searah jarum jam.
D.    Cara Pemanfaatan:
1.       Gunakan APM ini untuk pembelajaran kelas IV / Semester 2 atau kelas VI semester 2.
2.       Cara menggunakan adalah secara berkelompok siswa diberikan lembar kerja untuk pengamatan.
3.       Melalui LK perintahkan untuk melakukan pengamatan dengan cara mengintip lubang mulai lubang 1 – 8. Setelah melakukan pengamatan siswa diminta untuk menggambar fase bulan mulai dari lubang 1 – 8.
4.       Adakan Tanya jawab untuk mengetahui pemahaman siswa agar mengetahui fase bulan.
5.       Adakan presentasi kelompok yang dilanjutkan dengan klasikal agar pemahamanh anak lebih mantap.
E.     Evaluasi:
1.       Bagaimana perbedaan pengamatan bentuk bulan pada lubang 1 dengan lubang 5?
2.       Apa perbedaan bentuk bulan pada pengamatan lubang yang berlawanan?
3.       Buatlah kesimpulan hasil pengamatan dan berikan ilustrasi!

F.      Gambar Fase Bulan :

TEORI BELAJAR HUMANISTIK



Psikologi humanistik atau disebut juga dengan nama psikologi kemanusiaan adalah suatu pendekatan yang multifaset terhadap pengalaman dan tingkah laku manusia, yang memusatkan perhatian pada keunikan dan aktualisasi diri manusia. Bagi sejumlah ahli psikologi humanistik ia adalah alternatif, sedangkan bagi sejumlah ahli psikologi humanistik yang lainnya merupakan pelengkap bagi penekanan tradisional behaviorisme dan psikoanalis.
Psikologi humanistik juga memberikan sumbangannya bagi pendidikan alternatif yang dikenal dengan sebutan pendidikan humanistik (humanistic keseluruhan melalui pembelajaran nyata. Pengembangan aspek emosional, sosial, mental, dan keterampilan dalam berkarier menjadi fokus dalam model pendidikan humanistic.
Perhatian Psikologi Humanistik yang utama tertuju pada masalah bagaimana tiap-tiap individu dipengaruhi dan dibimbing oleh maksud-maksud pribadi yang mereka hubungkan kepada pengalaman-pengalaman mereka sendiri. Menurut para pendidik aliran humanistik, penyusunan dan penyajian materi pelajaran harus sesuai dengan perasaan dan perhatian siswa.
Aliran humanistik menggugah para psikolog untuk menyadari arti penting ketbutuhan psikologis manusia yang sangat mendasar seperti kebutuhan-kebutuhan kasih sayang,cinta,harga diri,pengakuan dari orang lain rasa memiliki,menyatakan diri/pemunculan diri,dan lain sebagainya, semua kebutuhan itu sama pentingnya dengan kebutuhan biologis manusia sperti makan dan minum.
Meskipun teori ini sangat menekankan pentingnya isi dari proses belajar,dalam kenyataan teori ini lebih banyak berbicara tentang pendidikan dan proses belajar dalam bentuknya yang paling ideal. Dengan kata lain teori ini lebih tertarik kepada ide belajar dalam bentuknya yang paling ideal dari pada belajar seperti apa adanya,seperti apa yang bias kita amati dalam dunia keseharian.