Rabu, 30 September 2015

Analisis Puisi

Menganalisis Puisi
Puisi adalah karya sastra yang indah. Tidak banyak orang yang gemar membuat puisi, bahkan tak banyak pula yang gemar menganalisis. Menganalisis sebuah puisi berarti mencari tahu tentang apa yang terkandung di dalam sebuah puisi. Mulai dari penggunaan kata, bait, rima, gaya bahasa, dan sebagainya. Berikut ini, saya berikan contoh beberapa contoh analisis puisi:
Ilmu
Karya : S. Nadrotul Ain
Ilmu semua orang
Memerlukanmu
Aku belajar dengan tekun
Untuk mendapatkanmu

Buku adalah sumbermu
Bagai makanan
Yang kusantap setiap waktu

Tanpamu ilmu
Aku tak berguna
Di dunia ini

Identifikasi :
1.      Tema   : Pendidikan
2.      Diksi    : Denotatif
3.      Tipografi         : Puisi diatas mempunyai tipografi lurus  



4.      Nilai edukatif :
§  Bahwa setiap orang memerlukan ilmu
§  Kita harus senantiasa mencari
§  Mengajak siswa agar gemar membaca buku
§  Senantisa belajar dengan tekun
5.      Nilai estetis     :
*      Menggunakan persamaan bunyi asonansi, yaitu pada :
·         Paragraf 1, baris 2 dan 4
Memerlukanmu
Untuk mendapatkanmu
·         Paragraf 2, baris 1 dan 3
Buku adalah sumbermu
Yang kusantap setiap waktu
*      Terdapat persamaan bunyi
Pada paragraf 3,baris pertama:
            Tanpamu ilmu


Ibuku
Karya : Wahyudi
Betapa susah payahnya
Engkau melahirkan, mendidik, dan membesarkanmu
Engkau adalah perisai hidupku
Engkau adalah perisai hidupku

Aku akan berbakti kepadamu
Aku akan berbakti kepadamu
Aku akan melindungi dirinu
Surga ada di telapak kaki ibu



Identifikasi :
1.      Tema   : Kasih saying
2.      Diksi    : ada istilah konotatif dan menggunakan gaya bahasa
3.      Tipografi : Bentuk puisi di atas lurus

4.      Nilai edukatif :
Ø  Pengorbanan seorang ibu sangatlah besar
Ø  Kasih sayang seorang ibu tak dapat tergantikan
Ø  Ibu sebagai contoh bagi kita
Ø  Kita harus berbakti dan menurut kepada ibu
Ø  Kita harus senantisa melindungi ibu kita
5.      Nilai estetis     :
v  Terdapat persamaan bunyi asonansi, yaitu pada :
·         Paragraf 1, baris 2,3,4
Engkau melahirkan, mendidik, dam membesarkanku
Engkau adalah perisai hidupku
Engkau adalah cermin hidupku
·         Paragraf 2, baris 1,2,3
Aku akan berbakti kepadamu
Aku akan menurut kepadamu
Aku akan melindungi dirimu
v  Terdapat pengulangan kata, yaitu :
·         Penggunaan kata “Engkau”
·         Penggunaan kata “Aku akan”
v  Penggunaan gaya bahasa, yaitu pada:
Engkau adalah perisai hidupku
                                    Engkau adalah cermin hidupku

Rabu, 11 Maret 2015

Once open a time (1)

Kisah ini berawal dari zaman hitam putih. Di mana semua keadaan berubah, mulai dari tempat hidup, pola hidup, dan gaya hidup. Di mana aku mulai jauh dari sisi orang tua dan jauh dari teman-teman zaman putih abu-abu. Bertemu dengan orang-orang baru, dengan berbagai penampilan dan gaya hidup mereka yang beranekaragam. Aku mengamatinya satu-persatu. Ku pelajari mana yang baik, mana yang tidak baik, dan mana yang lucu.
Mereka membuatku terpukau, kadang ada beberapa cara dan gaya yang ingin aku ikuti. Tapi aku fikir-fikir lagi, untuk apa juga aku mengikuti gaya hidup mereka?aku harus menjadi diriku sendiri, menjadi pribadi yang sederhana meskipun tak jarang orang mengatakan aku in 'ndeso'. Tak apalah aku begitu, yang terpenting bagaimana aku membuat diriku belajar ilmu dan hidup untuk bekal yang akan ku jadikan sarana mengembangkan tanah kelahiranku kelak.
Dari berbagai orang yang aku lihat, aku tahu, dan aku kenal, ada satu pria yang membuatku sedikit tercengang, postur tubuh yang hampir mirip dengan orang terdahuluku itu membuatku memusatkan perhatian padanya. Aku berusaha mencari tahu siapa orang ini. Dedikit demi sedikit informasi ku dapatkan tentang orang ini. Hingga aku menemukan sebuah akun bernamakan orang itu. Aku tidak langsug mem'followup'. Tapi karena pensarannya diriku, aku mengirim pesan yang mengatakan bahwa wajahmu mengingatkanku pada mantanku. Ternyata diluar dugaanku,pesanku berbalas dan malah di'followup akunku. Agar semakin membuatnya penasaran aku membiarkannya tidak langsung ku jawab permintaan pertemanan itu. Semakin hari semakin menjadi, kami sering berbalas pesan, hingga suatu ketika ia meminta nomor hp'ku. Betapa risaunya hatiku saat itu. Senang bercampur aneh dan seakan tak percaya. Hari berganti hari semakin dekat jarak diantara kami, kontak sering terpakai, dan semakin aku mengaguminya.
Ternyata kedekatan itu menjadi boomerang bagiku, aku tak bisa membendung perasaanku untuk tidak mengaguminya. Sampai suatu ketika aku berusaha menjauhinya, mengurangi intensitas kontak dengannya. Ternyata ia yang mencariku, aku menjadi semakin berbunga-bunga. Tapi kebagiaanku itu tak bertahan lama, suatu ketika aku tahu bahwa ternyata dirinya sudah menyanding wanita. Dan aku tak pernah menyangka, sontak aku kaget dan seketika itu aku tidak ingin lagi mengharapkannya. Aku berusaha secuek mungkin tidak ingin kontak dengannya. Tapi semakin aku menjauhinya malah dia yang selalu berusaha mendekatiku. Ya aku membalasnya, tapi hanya secukupnya saja.

Tahun berganti, keadaan kami semakin jauh. Hingga pada suatu saat kami malah menjadi dekat kembali. Dan ternyata semakin menakjubkan.

Bersambung.....

Senin, 09 Maret 2015

Kutipan 10 Maret

Ikhlas,bisa menjadi sulit manakala hati kita tak mampu melogikan kenyataan. Jika sekarang sedang diuji,itu berarti Tuhan teramat sayang padamu. Tuhan mendekatimu dan sangat mengingatmu. Jangan mengadili Tuhan dengan ketidakterimaanmu. Tuhan tak pernah membencimu, Dia hanya mengingatkan, tapi dengan cara-Nya sendiri. Jika saat ini kamu sedang merasa kecewa atau dikecewakan, ikhlaslah dan bersabarlah. Tuhanmu Maha Adil, tidak akan membiarkan makhluk-Nya menderita terus. 'Fainna ma'al usri yusro', maka bersama kesulitan itu ada kemudahan, Tuhan tak pernah lupa akan hal itu. Maka ikhlaslah...Tuhan menunggumu untuk berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya. Sakitmu hari ini akan tergantikan dengan kebahagiaan yang lebih di lain waktu. Dan cintamu yang mungkin hilang karena penghianatan akan kembali mencarimu dengan dibawa orang yang lebih baik. Jangan sesali apa yang telah terjadi, jadikan sebagai ilmu hidup, yang membuatmu menjadi lebih pandai. ;)

Sabtu, 17 Januari 2015

Syukuri, Nikmati, dan Hayati

Satu tahap terlewati dan satu tahap tak tercapai
Langit menjadi gelap dan bintang tak lagi mampu berpijar
Hanya tersisa pendar-pendar harapan yang entah akan berujung baik atau buruk
Angan pun sirna
Tak lagi mampu membayangkan indahnya matahari ketika terbit dari ufuk timur
Semua berawal dari mimpi dan harapan
Mimpi...mimpi yang tak terwujud
dan harapan yang tak dapat diwujudkan
Mungkin jika ujung tombak tak lancip dan ujung jarum tak tajam
semua impian dan harapan tak akan tertusuk
Tertajam karena ujungnya
Ayah...dengarkan aku dari sana
Penerusmu tak lagi menjaga wibawamu
tak mampu menjaga amanahmu
Ia hanya mencari posisi
bukan bagaimana cara menerima dan memberi kembali
Maafkan tangan yang tak mampu menggenggamnya
memegangnya dengan lembut
Bagai tak bersisa
Semua habis, lenyap, dan terabaikan
Mungkin ini dosaku
Iya, dan bila saatnya tiba aku hanya akan melihatnya dari satu sudut
Tak mampu dan tak dapat mendekat
Mengucapkan terima kasih
dan selamat untuk wasiat
Syukuri yang telah ku jaga
Nikmati yang telah ku setiakan
Tak perlu aku keluhkan
Hayati setiap kaki yang mampu ku pijakkan