Rabu, 03 Juli 2013

TEORI BELAJAR HUMANISTIK



Psikologi humanistik atau disebut juga dengan nama psikologi kemanusiaan adalah suatu pendekatan yang multifaset terhadap pengalaman dan tingkah laku manusia, yang memusatkan perhatian pada keunikan dan aktualisasi diri manusia. Bagi sejumlah ahli psikologi humanistik ia adalah alternatif, sedangkan bagi sejumlah ahli psikologi humanistik yang lainnya merupakan pelengkap bagi penekanan tradisional behaviorisme dan psikoanalis.
Psikologi humanistik juga memberikan sumbangannya bagi pendidikan alternatif yang dikenal dengan sebutan pendidikan humanistik (humanistic keseluruhan melalui pembelajaran nyata. Pengembangan aspek emosional, sosial, mental, dan keterampilan dalam berkarier menjadi fokus dalam model pendidikan humanistic.
Perhatian Psikologi Humanistik yang utama tertuju pada masalah bagaimana tiap-tiap individu dipengaruhi dan dibimbing oleh maksud-maksud pribadi yang mereka hubungkan kepada pengalaman-pengalaman mereka sendiri. Menurut para pendidik aliran humanistik, penyusunan dan penyajian materi pelajaran harus sesuai dengan perasaan dan perhatian siswa.
Aliran humanistik menggugah para psikolog untuk menyadari arti penting ketbutuhan psikologis manusia yang sangat mendasar seperti kebutuhan-kebutuhan kasih sayang,cinta,harga diri,pengakuan dari orang lain rasa memiliki,menyatakan diri/pemunculan diri,dan lain sebagainya, semua kebutuhan itu sama pentingnya dengan kebutuhan biologis manusia sperti makan dan minum.
Meskipun teori ini sangat menekankan pentingnya isi dari proses belajar,dalam kenyataan teori ini lebih banyak berbicara tentang pendidikan dan proses belajar dalam bentuknya yang paling ideal. Dengan kata lain teori ini lebih tertarik kepada ide belajar dalam bentuknya yang paling ideal dari pada belajar seperti apa adanya,seperti apa yang bias kita amati dalam dunia keseharian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar