Psikologi
humanistik atau disebut juga dengan nama psikologi kemanusiaan adalah suatu
pendekatan yang multifaset terhadap pengalaman dan tingkah laku manusia, yang
memusatkan perhatian pada keunikan dan aktualisasi diri manusia. Bagi sejumlah
ahli psikologi humanistik ia adalah alternatif, sedangkan bagi sejumlah ahli
psikologi humanistik yang lainnya merupakan pelengkap bagi penekanan
tradisional behaviorisme dan psikoanalis.
Psikologi
humanistik juga memberikan sumbangannya bagi pendidikan alternatif yang dikenal
dengan sebutan pendidikan humanistik (humanistic keseluruhan melalui
pembelajaran nyata. Pengembangan aspek emosional, sosial, mental, dan keterampilan
dalam berkarier menjadi fokus dalam model pendidikan humanistic.
Perhatian Psikologi
Humanistik yang utama tertuju pada masalah bagaimana tiap-tiap individu
dipengaruhi dan dibimbing oleh maksud-maksud pribadi yang mereka hubungkan
kepada pengalaman-pengalaman mereka sendiri. Menurut para pendidik aliran
humanistik, penyusunan dan penyajian materi pelajaran harus sesuai dengan
perasaan dan perhatian siswa.
Aliran humanistik
menggugah para psikolog untuk menyadari arti penting ketbutuhan psikologis
manusia yang sangat mendasar seperti kebutuhan-kebutuhan kasih
sayang,cinta,harga diri,pengakuan dari orang lain rasa memiliki,menyatakan
diri/pemunculan diri,dan lain sebagainya, semua kebutuhan itu sama pentingnya
dengan kebutuhan biologis manusia sperti makan dan minum.
Meskipun teori ini
sangat menekankan pentingnya isi dari proses belajar,dalam kenyataan teori ini
lebih banyak berbicara tentang pendidikan dan proses belajar dalam bentuknya
yang paling ideal. Dengan kata lain teori ini lebih tertarik kepada ide belajar
dalam bentuknya yang paling ideal dari pada belajar seperti apa adanya,seperti
apa yang bias kita amati dalam dunia keseharian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar