Hari ini aku belajar, belajar akan makna kehidupan. Bahwa kehidupan itu perlu dimaknai dan disayangi, sekaya apapun dan semiskin apapun keadaan kita tak kan pernah mampu membeli nyawa yang telah dikodratkan oleh Alloh. Belajar berkata dan berucap yang lebih baik, jangan sampai kata-kata yang terlontar dari mulut kita malah menelan hidup dan membunuh kita dengan sia-sia. Hidup memang tidak mudah, perlu banyak ketulusan yang harus kita sertakan dalam menerima sikap dan tingkah laku orang lain yang terkadang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan sering kali memancing emosi, tapi itulah yang seharusnya kita terima dengan ikhlas, mengingatkan jika keliru dan membenarkan jika salah.
Menyayangi dengan tulus itu memang sulit, di mana kita harus seikhlas mungkin member tanpa harus mengharapkan imbalan apapun kecuali hanya dari-Nya yang telah menyayangi dengan ikhlas kemudian membalas ketulusan kita dengan memberikan rasa keikhlasan itu melalui makhluk ciptaan-Nya. Terkadang kita dilalaikan karena keluasan emosi sehingga akal kita menyempit, itulah yang membuat kita menjadi lupa diri. Melakukan apa yang ada di hati tanpa menimbangnya ke dalam pikiran dan nalar yang mampu memberikan filter atas segala ucapan dan tindakan kita.
Seindah apapun kita mencintai kehidupan tapi jika tidak ada ketulusan untuk menjaganya dengan ikhlas maka pada akhirnya hanya akan timbul penyesalan. Sungguh naïf apabila penyesalan itu hanya datang karena kelalaian kita yang enggan memberikan rasa syukur dan ketulusan kita. Pelajaran yang bisa ku petik hari ini sungguh besar, semoga aku selalu Engkau jadika hamba-Mu yang senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang telah Engkau berikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar