Kamis, 06 Juni 2013

“Belajar Itu Mudah dan Sulit”



 Belajar menerima setiap perkataan buruk tentang kita memang sulit, perlu keikhlasan dan keluasan hati untuk dapat menerima kesakitan yang mau tidak mau harus kita nikmati. Aku takut dengan tekanan batin, perkataan yang menyakitkan terkadang lebih membuatku rapuh dan lebih memilih untuk diam. Tapi kenapa dengan kediamanku ini sering kali malah menyakitkan hatiku. Dan inilah kediaman yang menyakitkan, aku berusaha memendam apa yang kurasakan hanya untuk menjaga perasaan orang agar tidak sakit hati dengan perkataanku. Tapi kenapa orang lain yang kuharapkan bisa menjaga perkataannya untuk tidak menyakiti perasaanku malah mereka abaikan. Inilah cobaan yang harus ku nikmati, memang perih untuk dirasakan. Tapi apa daya, aku memang manusia lemah yang tak mampu bergulat dengan perkataan. Aku hanyalah manusia yang tak punya hati untuk emnyakiti orang lain karena skap dan perkataanku. Orang tuaku tak pernah mengajarkanku untuk berbuat jahat kepada orang lain. Biarkan mereka yang kuat, melemahkan hati mereka sendiri. Dan aku yang lemah akan berusaha menguatkan hatiku sendiri.

Hatiku hidup bukan untuk menerima tusukan kata” pedas dari orang luar, bahagiaku bukan dari mereka, bahagiaku akan aku tentukan sendiri dengan caraku. Aku tak mau karena ada orang lain yang menjadi profokator kemudian mengarahkan dan mengajakku untuk melakukan apapun yang mereka kehendaki. Biarkan mereka menjadi pribadi yang selalu mengajak, membujuk, dan merayu untuk selalu bersenang-senang. Pikiran dan kelakuanku tak cukup mampu meladeni gaya hidup mereka yang selalu mencari kesenangan duniawi. Hidup sederhana dan bersahaja adalah sloganku. Berusaha hidup apa adanya sesuai kemampuan materi dan pikiranku, berusaha konsisten dengan pilihanku, dan menyikapi hidup dengan tenang dan ikhlas.

Tak ada manusia yang mengharapkan sebuah kesakitan, termasuk aku. Sekuat dan setegar apapun kita berusaha berbuat baik, tapi kalau orang lain saja tidak mau peduli dengan kita ya apa daya????berusaha semampuku untuk berbuat baik ku harap itu tidak salah, dan jika kebaikan kita disalah artikan dan hanya disakiti diakhir cerita maka itu adalah sebuah pelajaran hidup. Bukan untuk disesali, tp untuk dirasakan kemudian difahami untuk mencari keikhlasan diri.

Hidup itu susah, tapi bukan berarti harus berlanjut untuk mencari kesusahan. Yang terpenting adalah bagaimana mencari cara yang mudah untuk mencari jalan dari yang susah. Kekesalan dan emosi manusia sering kali membuat manusia menjadi tidak terkendali dan kurang mempunyai control diri. Dan itulah yang mampu membedakan sisi kedewasaan seseorang. Orang yang mampu mengambil hikmah dari kesalahan dan mampu belajar dari hiduplah orang yang dewasa. Orang yang terlalu acuh dengan kesalahan akan masa lalulah yang membuatnya menjadi kecil dan kerdil, kecil akan akal dan kerdil akan sikap.

Hidup yang relative adalah hidup yang kreatif, di mana seseorang mampu menjalani kehidupan dengan akal bukan okol, bukan pula dengan otot tapi dengan otak. Orang yang kreatif adalah yang mampu mencari pemecahan masalah melalui cara belajar dari dari kesalahan yang bertahap. Semua tak mudah dilakukan dan tak sulit pula dilakukan, yang terpenting adalah kemauan dari dalam diri untuk memperbaiki diri.

--------****--------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar